Kaum LBGT di Sumedang Bertambah Hingga 10 Kali Lipat

lgbt

SUMEDANG – Pelaku Gay bertambah 10 kali lipat dalam waktu tiga tahun. Tahun 2012 terdapat 466 pelaku gay di Sumedang dan tiga tahunkemudian atau pada 2015 bertambah menjadi 4.817orang.

Gay termasuk salah satu komunotas LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender) yang kini sedang berusaha untuk mencari legalitas perilakunya.

Pertambahan jumlah gay diketahui berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumedang pada Oktober 2015 lalu. Pemetaan bertujuan mengetahui jumlah dan sebaran populasi kunci (pelaku LGBT) secara geografis dan mengidentifikasi situasi sosial yang meliputi peran pemangku kepentingan dalam penciptaan lingkungan kondusif, kegiatan komunikasi perubahan perilaku sertam engidentifikasi ketersediaan kondom dan ketersediaan layanan dan akses penasun ke layanan.

Jumlah gay atau yang disebut juga Lelaki Sex Lelaki (LSL) sempat diestimasi sejumlah 1.924 orang pada tahunn 2009.

Pada tahun 2012 estimasi LSL terdapat 5.996 orang. Namun berdasarkan hasil pemataan pada tahun 2012 terdapat 466 orang dan bertambah 10 kali lipat menjadi 4.817 orang.

“Estimasinya sudah banyak sejak 2009 lalu namun hasil pemetaan pada tahun 2012 jumlahnya sedikit karena komunitas ini belum terbuka di Sumedang,” kata Program Officer KPA Sumedang Tita Anarita, Rabu (9/3).

Komunitas ini baru menampakkan diri di sejumlah wilayah perkotaan di Sumednag, teruata di Jatinangor. Namun para pengikutnya sebagian besar adalah masyarakat nomaden seperti mahasiswa.

Sekian tahun komunitas ini bertambah pengikutnya dengan pertambahan yang signifikan dan berasal dari penduduk asli.

“Sebaran populasi kunci di setiap kecamatan ada,” ujar Tita.

Sementara, jumlah hotspot atau lokasi yang dipergunakan untuk nongkrong dan melakukan sejumlah transaksi seks oleh para pelaku gay ini terdapat sebanyak 41 lokasi dari sebelumnya hanya ada 3 lokasisaja berdasarkan hasil pemetaan tahun 2012.

Seiring dengan semakin banyaknya pelaku gay, maka mereka juga berkumpul membentuk sebuah organisasi atau wadah perkumpulan.

“Ada banyak organsisasi gay di Sumedang yaitu sekitar 7 macam organisasi,” kata Ir, 23, salah satu pelaku gay.

Ir sendiri mengaku tidak ingin menambah lagi pelaku gay. Oleh karenanya, ia bersama organisasinya akan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan informasi tetang bagaimana agar terhindari dari LGBT.

LGBT diikuti oleh laki-laki dan perempuan sejak usia 13 tahun. Untuk pelaku gay biasanya mereka menjadi korban pelecehan seks dari laki-laki dewasa.

Selain pelaku gay, komunitas yang masuk dalam LGBT juga terdapat kalangan waria.

Berdasarkan hasil pemetaan 2015, terdapat 141 orang waria dari jumlah sebelumnya 42 orang saja di tahun 2012. Namun, estimasi yang ditetapkan lebih besar yaitu sebanyak 154 orang pada tahun 2009 dan sebanyak 65 orang pada tahun 2012.(suc)

 

 

 

sumber : pojokjabar

Short URL: http://www.pcnusumedang.or.id/?p=796

Posted by on Mar 11 2016. Filed under Headlines, Indeks, Warta Sumedang. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Photo Gallery

120x600 ad code [Inner pages]
Masuk | Distributed by Tutorial Blog