Saking Besarnya, Pahala Puasa Ramadhan Hanya Allah Swt Yang Tahu

Oleh : Sumpena Saripudin, S.Pd.
(Ketua Pagar Nusa NU Kabupaten Sumedang)

Puasa romadlon memang besar sekali pahalanya, karena terlalu besarnya pahala puasa bulan romadlon sampai tidak ada yang tahu pahalanya kecuali Allah SWT. Dalam hadits Qudsi disebutkan,

“Rosulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman : Setiap kebaikan itu dilipat gandakan sepuluh kalinya sampai tujuh ratus kali kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya”

Sekalipun begitu besarnya pahala puasa ternyata tidak semua orang yang berpuasa itu mendapatkan pahala karena dalam sebuah hadits disebutkan,

“Banyak diantara orang yang berpuasa itu tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanya lapar dan dahaga”.

Kemudian kita termasuk golongan yang mana, golongan yang mendapatkan pahalah ataukah golongan yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga? dan mengapa kok ada orang berpuasa tapi tidak mendapatkan pahala? Marilah kita merenung sebentar!

Orang berpuasa akan mendapatkan pahala besar bila dia bisa menjaga puasanya dengan baik, sebaliknya orang berpuasa hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga bila dia tidak bisa menjaga puasanya dengan baik dari perkara-perkara yang bisa menghilangkan pahala puasa.

Dalam sebuah hadits diterangkan, dari Anas RA, dari Rosulullah SAW, beliau bersabda : Lima perkara yang bisa membatalkan pahala puasa yaitu: bohong, menggunjing, adu domba , sumpah bohong (Palsu), dan melihat dengan syahwat.

Dari hadits diatas dapat diambil pelajaran bahwa bila kita ingin puasa kita tidak sia-sia dan akan mendapatkan pahala besar maka kita harus menjauhi lima perkara saat puasa.

Bohong yaitu berbicara tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, maksudnya bicara tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, selain bisa membatalkan pahala puasa, bohong itu juga termasuk dosa besar, sekalipun bohong itu terkadang diperbolehkan namun pada saat-saat tertentu.

Menggunjing yaitu membicarakan kejelekan seseorang ketika orangnya tidak ada sekalipun apa yang digunjingkan sesuai kenyataan dan ini juga termasuk dosa besar bahkan lebih besar dari pada zina.

Adu domba yaitu berjalan diantara manusia untuk membuata kerusakan, maksudnya membicarakan kejelekan orang lain kemudian orang yang di bacarakan tersebut di beritahu bahwa dia telah di bicarakan oleh orang dengan menyebut siapa orang yang membicarakannya dengan tujuan menimbulkan permusuhan antar orang.

Sumpah palsu maksudnya bersumpah dengan menyebut nama Allah Swt untuk menyakinkan orang lain padahal sebenarnya dia hanya berbohong, termasuk juga orang yang berjanji tapi tidak dilaksanakan.

Melihat dengan syahwat maksudnya melihat suatu apapun baik berupa gambar, benda apalagi aurat manusia yang bisa menimbulkan birahi. Contohnya melihat gambar-gambar porno yang ada di televisi, internet, dan media yang lain. Serta Melihat tayangan-tayangan televisi yang mengumbar aurot dan mempertontonkan kemaksiatan.

Bila kita melakukan salah satu dari lima perkara tersebut maka puasa kita tidak akan mendapatkan pahala sekalipun secara fiqih puasa kita tidak batal, artinya secara syariat kita sudah terbebas dari kwajiban puasa namun secara haqiqotnya kita belum berpuasa.

Semoga bermanfaat dan kita selalu dijaga oleh Allah SWT dari lima hal diatas sehingga puasa kita tidak akan sia-sia

Short URL: http://www.pcnusumedang.or.id/?p=1262

Posted by on Jun 4 2018. Filed under Artikel, Headlines, Indeks. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Leave a Reply

Photo Gallery

120x600 ad code [Inner pages]
Masuk | Distributed by Tutorial Blog